<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-729265064701085430</id><updated>2011-04-21T18:32:30.122-07:00</updated><category term='Tempat Makan di Bandung'/><title type='text'>Tempat Mangkal Kang Ade Andri Hendriadi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hendriadi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729265064701085430/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendriadi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>hendriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05110615896467637290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_eyqRyUWtm4k/SE9e6GNhArI/AAAAAAAAAAM/EVz4sOpmQZM/S220/ade1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729265064701085430.post-7718768204585600904</id><published>2008-06-10T22:44:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T23:37:49.800-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tempat Makan di Bandung'/><title type='text'>Ko.Q.Ku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eyqRyUWtm4k/SE9mlGNhAvI/AAAAAAAAAAo/sb9oISR_8o8/s1600-h/kokiku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 111px; height: 153px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eyqRyUWtm4k/SE9mlGNhAvI/AAAAAAAAAAo/sb9oISR_8o8/s320/kokiku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210496081399448306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita sering berburu masakan luar negeri. Namun tidak ada salahnya sesekali berburu aneka masakan Indonesia yang beraneka ragam. KoQku bisa jadi salah satu alternatif bagi anda pemburu masakan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Restoran sederhana bernuansa rumah ini menyediakan berbagai masakan Indonesia, mulai dari sop buntut, aneka soto sampai rujak uleg. Pengelola KoQku, Puji Astuti, mengemukakan bahwa salah satu menu andalan saat ini adalah nasi uduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau dari resep sendiri tidak jauh berbeda dengan nasi uduk biasanya. Masalah rasa mungkin berbeda-beda tergantung selera, tapi konsumen sering bilang kalau di sini tempatnya enak," tutur Puji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain makanan yang beraneka, tersedia juga ragam camilan dan minuman. Dua menu camilan baru yaitu sukun goreng dan lupis, sementara minuman yang menjadi andalan yakni es jeruk kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan di sini ditawarkan mulai dari Rp 5000 sampai Rp 17.000, sementara minuman mulai dari Rp 2000 sampai Rp 4000. Camilan khas yaitu sukun goreng dan lupis ditawarkan Rp 4000 per 3 potong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terletak di Jl Sulanjana 12, tempat ini bisa menjadi pilihan bagi pecinta masakan Indonesia, apalagi jika bersantap bersama keluarga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729265064701085430-7718768204585600904?l=hendriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendriadi.blogspot.com/feeds/7718768204585600904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729265064701085430&amp;postID=7718768204585600904' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729265064701085430/posts/default/7718768204585600904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729265064701085430/posts/default/7718768204585600904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendriadi.blogspot.com/2008/06/koqku.html' title='Ko.Q.Ku'/><author><name>hendriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05110615896467637290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_eyqRyUWtm4k/SE9e6GNhArI/AAAAAAAAAAM/EVz4sOpmQZM/S220/ade1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eyqRyUWtm4k/SE9mlGNhAvI/AAAAAAAAAAo/sb9oISR_8o8/s72-c/kokiku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729265064701085430.post-2326386953256450889</id><published>2008-06-10T22:28:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T22:31:56.693-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tempat Makan di Bandung'/><title type='text'>Bubur Ayam Mang Oyo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_eyqRyUWtm4k/SE9jHmNhAuI/AAAAAAAAAAg/vys59IwLwPo/s1600-h/oyo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_eyqRyUWtm4k/SE9jHmNhAuI/AAAAAAAAAAg/vys59IwLwPo/s200/oyo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210492276058424034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pilihan untuk santap di pagi hari sangat bervariasi dan beraneka, dan bubur ayam tentu tidak pernah lepas dari daftar menu sarapan. Bubur yang satu ini memang unik, tak lain karena bubur ini dimasak sambil berzikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tutur H. Oyo Saryo, pemilik sekaligus 'pelaku' dibalik kenikmatan bubur ayam ini. Selain bahan yang digunakan sedikit berbeda, cara memasak buburnya juga sangat khas. Beras hasil sawahnya di Majalengka dikirim langsung sebagai bahan dasar bubur. Setelah dicuci bersih, beras dicampur ayam dan bumbu yang telah disiapkan sebelumnya. Diaduk matang dalam dandang selama dua jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama dua jam itu mengaduk itu sambil berzikir," ungkap Oyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bubur sudah benar-benar matang jika ketika disajikan di piring, bubur tersebut melekat. Bahkan ketika piring dimiringkan atau dibalik, bubur tidak tertuang atau tumpah. Selain wujud bubur yang berbeda, diakui Oyo bubur ini juga lebih mengenyangkan daripada bubur biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menu yang tersedia di sini ditawarkan dengan nama-nama yang juga unik. Seperti, Atel untuk ayam telur, Acak untuk ayam cakue serta Apel untuk ati ampela. Masing-masing nama mewakili pelengkap yang menemani sajian bubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga per porsi untuk tiap menu bervariasi mulai dari Rp 6 ribu sampai Rp 9 ribu. Sementara untuk bubur polos Rp 2500 dan bubur komplit yang menyediakan semua panganan pelengkap tersebut ditawarkan seharga Rp 10 ribu. Berbeda lagi harganya jika ingin tambah, misalnya jika ingin menambah ati ampela dikenai Rp 3 ribu, tambah daging Rp 6 ribu, tambah telur Rp 1500 dan tambah cakue Rp 1000. Jika hanya ingin makan setengah porsi, dengan porsi daging yang tidak berubah, cukup dengan Rp 6 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kalau ingin menambah bubur atau kerupuk makan di tempat, halal, alias gratis," tutur� Oyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajian porsi yang ditawarkan juga cukup besar, ungkap Oyo, bahkan ada menu khusus mahasiswa. Menu ini diberi istilah LB atau 'Laper Banget'. Memang menu ini sudah tidak asing lagi bagi para mahasiswa, apalagi kini cabang bubur Oyo sudah tersebar di tujuh lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meski pun ada tujuh cabang, dapur tetap satu. Jadi bubur dimasak dulu di rumah, baru kita kirim ke tiap-tiap cabang," jelas Oyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggan bubur Mang H. Oyo memang bervariasi. Istilah yang digunakan Oyo, pelanggannya mulai dari balita 1, balita 2, lansia sampai manula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Balita 1 itu artinya ya balita, balita 2 itu bayi lima tahun, lansia ya lanjut usia, kalau manula itu manusia langka. Misalnya pejabat-pejabat atau orang-orang besar yang jarang kita lihat langsung," kata Oyo dengan gaya candanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kios buburnya ini memang sudah punya nama di dunia wisata kuliner. Bahkan sampai ada orang dari Yogyakarta bernama Adit, yang ingin membuka cabang di kota pelajar itu. Akhirnya dia mengundang Adit ke Bandung untuk dididik cara memasak bubur khas Oyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah satu bulan, baru dia bisa memasak bubur dengan benar. Saya juga sempat ikut dia ke Yogyakarta," tutur Oyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan sampai salah datang, bubur Mang H. Oyo tidak pernah menggunakan nama lain. Ada beberapa, ungkap Oyo, yang menggunakan nama yang sama padahal buburnya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahkan ada yang sampai bilang bahwa saya sudah meninggal," kata Oyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha kecil ini sendiri dikisahkan Oyo berawal sejak sekitar 30 tahun yang lalu. Ketika ada program pemerintah 'Memasyarakatkan Olahraga, Mengolahragakan Masyarakat', Oyo terpikir untuk membuka usaha bubur ayam. Menurutnya bubur ayam bisa menjadi santapan orang-orang yang berolahraga pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini santapan bubur unik dapat dinikmati di tujuh cabang di Bandung dan satu di Yogyakarta. Tujuh diantaranya yakni &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di Jl Gelapnyawang, Jl Sulanjana tepatnya di kafe Vandeel, Jl Ir Soetami dekat Universitas Maranatha, Jl Burangrang di samping BCA, Jl Batik Kumeli 5 Sukaluyu dan Kota Baru Parahyangan Ruko No 6. Sementara di Yogyakarta tersedia di Jl Bodean No 5 Perum Palem Hijau Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729265064701085430-2326386953256450889?l=hendriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendriadi.blogspot.com/feeds/2326386953256450889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729265064701085430&amp;postID=2326386953256450889' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729265064701085430/posts/default/2326386953256450889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729265064701085430/posts/default/2326386953256450889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendriadi.blogspot.com/2008/06/bubur-ayam-mang-oyo.html' title='Bubur Ayam Mang Oyo'/><author><name>hendriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05110615896467637290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_eyqRyUWtm4k/SE9e6GNhArI/AAAAAAAAAAM/EVz4sOpmQZM/S220/ade1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_eyqRyUWtm4k/SE9jHmNhAuI/AAAAAAAAAAg/vys59IwLwPo/s72-c/oyo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729265064701085430.post-4018781099129064431</id><published>2008-06-10T22:22:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T23:38:56.908-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tempat Makan di Bandung'/><title type='text'>Otak-otak Bu'Le</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eyqRyUWtm4k/SE9iXWNhAtI/AAAAAAAAAAY/VZ-a3aLNZ9U/s1600-h/otak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 114px; height: 169px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eyqRyUWtm4k/SE9iXWNhAtI/AAAAAAAAAAY/VZ-a3aLNZ9U/s320/otak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210491447129735890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari tahun 2001 pemilik Otak-otak Bu'Le, Nurlela, merasa kesulitan menemukan panganan otak-otak di Bandung. Sementara di daerah-daerah lain sudah banyak, di Bandung otak-otak masih kurang populer di masyarakat. Diakui Nurlela, kurang mengetahui persis darimana asal makanan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasanya otak-otak itu sudah tersebar dimana-mana, di Kalimantan, Sumatera dan daerah-daerah lainnya. Semuanya juga menawarkan ciri khas masing-masing," tutur Nurlela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya muncul ide untuk memasarkan otak-otak sebagai salah satu makanan yang juga bagian dari ciri khas Bandung. Otak-otak yang ditawarkannya benar-benar menjaga kualitas, baik dari bahan-bahan yang digunakan maupun cara memasaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan yang digunakan, ungkap Nurlela, benar-benar ikan tenggiri segar. Pemilihan ikan tenggiri disini tidak lain karena banyaknya daging dibandingkan tulang di ikan tenggiri. Menurut Nurlela, sebenarnya ikan yang lain juga bisa digunakan. Pembakarannya menggunakan bara batok kelapa. Cara pembakaran seperti ini memang dikenal menjaga kualitas, karena panas bara lebih tahan lama. Di sini juga digunakan bumbu khusus untuk menghilangkan bau anyirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis otak-otak yang ditawarkan, keduanya dibedakan dari cara pemasakan yaitu digoreng atau dibakar. Menurut Nurlela, otak-otak bakar lebih banyak dipilih. Tidak lain karena cara memasak yang seperti ini dinilai lebih sehat, dibandingkan dengan menggoreng yang rentan kolesterol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasa otak-otak goreng sendiri juga tidak kalah enak, tapi ya kembali lagi ke selera masing-masing pelanggan," jelas Nurlela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak-otak sendiri, selain merupakan makanan yang enak, sangat bermanfaat bagi tubuh. Kandungan protein tinggi baik untuk anak-anak maupun dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak-otak bakar di Otak-otak Bu'Le ditawarkan Rp 15 ribu per porsi sebanyak 10 buah. Sementara untuk otak-otak goreng per porsi yang isinya 10 buah seharga Rp 12.500. Meski harga yang ditawarkan cukup tinggi, namun Nurlela menjamin kualitasnya tidak akan mengecewakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729265064701085430-4018781099129064431?l=hendriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendriadi.blogspot.com/feeds/4018781099129064431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729265064701085430&amp;postID=4018781099129064431' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729265064701085430/posts/default/4018781099129064431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729265064701085430/posts/default/4018781099129064431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendriadi.blogspot.com/2008/06/otak-otak-bule.html' title='Otak-otak Bu&apos;Le'/><author><name>hendriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05110615896467637290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_eyqRyUWtm4k/SE9e6GNhArI/AAAAAAAAAAM/EVz4sOpmQZM/S220/ade1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eyqRyUWtm4k/SE9iXWNhAtI/AAAAAAAAAAY/VZ-a3aLNZ9U/s72-c/otak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-729265064701085430.post-8266990107089135652</id><published>2008-06-10T22:19:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T22:21:39.997-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tempat Makan di Bandung'/><title type='text'>Reds Dipo</title><content type='html'>Warung Bawal, Reds Dipo. Awalnya sebuah warung tenda yang berdiri di pinggiran Jalan Diponegoro. Didirikan 10 September 2003 (sebelumnya ditulis 10 Oktober-red) oleh empat mahasiswa dari Universitas Parahyangan yang juga sama-sama memfavoritkan Liverpool.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seragam Liverpool yang berwarna merah menjadi inspirasi nama tempat ini, Reds Dipo. Untuk Dipo, diambil dari nama Dipenogoro. Tak hanya tempat yang dicat serba merah, tapi dari mulai piring sampai gelas pun berwarna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Reds Dipo sempat disebut-sebut dengan julukan warung ikan bakar serba merah," tutur prie Priyanto Wobowo, salah seorang pemilik Reds Dipo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Reds Dipo menyediakan hidangan ayam sebagai menu utama. Ayam Reds Dipo laku keras melebihi penjual ayam sebelumnya yang berada disebelah tenda mereka. Sebagai bentuk empati, Reds Dipo pun mengganti menu utama ayam dengan ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagai bentuk empati akhirnya kami memutuskan mengganti menu utama, walaupun menu ayam masih disediakan," jelas Prie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reds Dipo pun lebih memfokuskan menu pada menu ikan laut. Dari mulai bawal sebagai menu utama, kerapu, ikan ayam-ayam, cumi dan kerang. Semua ikan-ikan itu berasal dari Pangandaran, Pemalang, tegal dan salah satu daerah penangkaran ikan terkenal di Subang, Blanakan. Menurut Prie, jika tak diberi bumbu sekalipun ikan laut sudah terasa gurih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menentukan bumbu-bumbu apa saja yang digunakan untuk membuat ikan lebih nikmat. Ternyata harus melalui perundingan yang melibatkan ibunda masing-masing pemilik yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Ada yang berlatar belakang Padang, Medan juga sunda. Maka jadilah resep bumbu gado-gado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bawal, ada dua resep ikan bawal, bawal hitam dan bawal putih. Walaupun sama-sama bawal, kedua daging ini memiliki perbedaan. Bawal hitam biasanya ada antara rentang waktu Maret sampai Oktober. Selepas masa itu, barulah masanya ikan bawal putih. Bawal hitam lebih gemuk daripada bawal putih. Tekstur tubuh ikan pun berbeda, daging bawal putih lebih lembut dan rapuh. Harga mentahnya pun tiga kali lipat lebih mahal dari bawal hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja rasa bawal putihpun lebih gurih. Kalau harga per porsi tidak jauh beda, bawal hitam Rp. 16.500, sedangkan bawal putih Rp. 20 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa memilih ikannya digoreng, dibakar atau malah goreng bakar alias gorbak. "Malah lebih banyak pelanggan yang menginginkan goreng bakar," jelas Prie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika digoreng, maka akan dilakukan proses penggorengan sampai kering. Jika goreng bakar, proses penggorengan sampai 75 persen, kemudian dibakar untuk mematangkan. Digoreng, dibakar atau gorbak sekalipun, rasa gurih ikan tetaplah sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh ikan bawal di sayat tipis pada beberapa bagian sampai terlihat tulang-tulang ikannya hingga rasa bumbu lebih terasa. Proses penggorengan yang dilanjutkan dengan pembakaran membuat daging ikan terasa garing luar, lembut di dalam. Ketika mencicipi mungkin akan sedikit merasakan sensasi masam. Hal itu dikarenakan dalam proses perendaman ikan menggunakan jeruk lemon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmati ikan bawal dengan sambal tyson, sambal yang rasa pedasnya siap nonjok. Menggunakan cabe Lembang yang memang memberikan rasa pedas luar biasa. Tapi pastinya kepedasan itu akan terasa nikmat berpadu dengan gurihnya ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Reds Dipo tak lagi berada di warung tenda. Selepas dilarang berjualan di Jalan Dipenogoro, Reds Dipo sempat berpindah-pindah lokasi. Jalan Riau dan Jalan Sulanjana termasuk lokasi yang pernah disinggahi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/729265064701085430-8266990107089135652?l=hendriadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hendriadi.blogspot.com/feeds/8266990107089135652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=729265064701085430&amp;postID=8266990107089135652' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729265064701085430/posts/default/8266990107089135652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/729265064701085430/posts/default/8266990107089135652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hendriadi.blogspot.com/2008/06/reds-dipo.html' title='Reds Dipo'/><author><name>hendriadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05110615896467637290</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_eyqRyUWtm4k/SE9e6GNhArI/AAAAAAAAAAM/EVz4sOpmQZM/S220/ade1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
